Dalam upaya menjaga, memelihara, serta menyebarkan faham Ahlussunnah Waljama’ah Annahdliyyah, MWCNU Kecamatan Bantarkawung senantiasa istiqamah menyelenggarakan kegiatan kajian kitab Mafahim. Kitab ini merupakan karya ulama besar yang sarat dengan nilai-nilai moderasi, keseimbangan, dan pemahaman keislaman yang lurus sesuai manhaj Ahlussunnah Waljama’ah. Melalui kajian ini, diharapkan warga Nahdliyyin semakin kokoh dalam aqidah, matang dalam berpikir, serta bijak dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan kajian kitab Mafahim dilaksanakan secara rutin setiap Ahad Kliwon dengan sistem keliling dari ranting ke ranting di seluruh wilayah Kecamatan Bantarkawung. Pola ini tidak hanya mempererat ukhuwah antar pengurus dan jamaah, tetapi juga menjadi sarana pemerataan dakwah serta penguatan tradisi keilmuan di tingkat akar rumput. Suasana kebersamaan, semangat belajar, dan kekhidmatan dalam majelis ilmu menjadi ciri khas yang terus terjaga dalam setiap pelaksanaannya.
Adapun kitab Mafahim yang dikaji merupakan karya dari Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani, seorang ulama kharismatik yang dikenal luas di dunia Islam.
Profil Singkat: Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani lahir di Kota Makkah, Arab Saudi, pada tahun 1944 M dan wafat pada tahun 2004 M. Beliau merupakan keturunan Rasulullah SAW (Ahlul Bait) dari jalur Sayyidina Hasan. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga ulama besar dan mendapatkan pendidikan agama langsung dari ayahnya serta para ulama terkemuka di Masjidil Haram.
Beliau dikenal sebagai pakar dalam bidang hadits, fiqih, aqidah, serta tasawuf. Selain aktif mengajar di Masjidil Haram, beliau juga menjadi rujukan umat Islam dari berbagai penjuru dunia. Karya-karyanya sangat banyak dan berpengaruh, salah satunya adalah kitab Mafahim Yajibu An Tushahhah yang membahas pelurusan pemahaman keislaman yang sering disalahpahami oleh sebagian kalangan.
Pemikiran beliau dikenal moderat, santun, dan penuh hikmah, sehingga sangat relevan dalam menjaga tradisi Ahlussunnah Waljama’ah, khususnya di kalangan Nahdlatul Ulama. Warisan keilmuan beliau hingga kini terus dikaji dan diamalkan oleh umat Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia.
#Bersama NU kita Berkah
#mwcnu kecamatan Bantarkawung
